INFEKSI TORCH PADA KEHAMILAN, Berbahaya bagi janin

Diposting oleh Rumah Sakit Panti Waluyo Purworejo Jumat, 26 Februari 2010 1 komentar

TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil.kini, diagnosis untuk penyakit infeksi telah berkembang antar lain ke arah pemeriksaan secara imunologis. Prinsip dari pemeriksaan ini adalah deteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik taerhadap kuman penyebab infeksi tersebut sebagai respon tubuh terhadap adanya benda asing (kuman. Antibodi yang terburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG)

TOXOPLASMA
Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondi. Pada umumnya, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesipik. Kira-kira hanya 10-20% kasus infeksi Toxoplasma yang disertai gejala ringan, mirip gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah. Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh terganggu (misalnya penderita AIDS, pasien transpalasi organ yang mendapatkan obat penekan respon imun). Jika wanita hamil terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan. pada Toxoplasmosis bawaan, gejala dapat muncul setelah dewasa, misalnya kelinan mata dan atelinga, retardasi mental, kejang-kejang dn ensefalitis.
Diagnosis Toxoplasmosis secara klinis sukar ditentukan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala (sub klinik). Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan yang lazim dilakukan adalah Anti-Toxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG. Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan pada orang yang diduga terinfeksi Toxoplasma, ibu-ibu sebelum atau selama masa hamil (bila hasilnya negatif pelu diulang sebulan sekali khususnya pada trimester pertma, selanjutnya tiap trimeter), serta bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi Toxoplasma.

RUBELLA
Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda. Infeksi Rubella berbahaya bila tejadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi trimester pertama maka risikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and Gynecologists, 1981). Tanda tanda dan gejala infeksi Rubella sangat bervariasi untuk tiap individu, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Oleh Karena itu, diagnosis infeksi Rubella yang tepat perlu ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan Laboratorium yang dilakukan meliputi pemeriksaan Anti-Rubella IgG dana IgM. Pemeriksaan Anti-rubella IgG dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi. Pemeriksaan Anti-rubella IgG dan IgM terutama sangat berguna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan <>

CYTOMEGALOVIRUS (CMV)
Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil. Jika ibu hamil terinfeksi. maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain. Pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat untuk mengetahui infeksi akut atau infeski berulang, dimana infeksi akut mempunyai risiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang silakukan meliputi Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG.

HERPES SIMPLEKS TIPE II
Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II). Virus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut syaraf sensorik dan berdiam diganglion sistem syaraf otonom.
Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV II biasanya memperlihatkan lepuh pada kuli, tetapi hal ini tidak selalu muncul sehingga mungkin tidak diketahui. Infeksi HSV II pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal (Pada lebih dari 50 kasus). Pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV II IgG dan Igm sangat penting untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi oleh HSV II dan mencaegah bahaya lebih lanjut pada bayi bila infeksi terjadi pada saat kehamilan.
Infeksi TORCH yang terjadi pada ibu hamil dapt membahayakan janin yang dikandungnya. Pada infeksi TORCH, gejala klinis yang ada searing sulit dibedakan dari penyakit lain karena gejalanya tidak spesifik. Walaupun ada yang memberi gejala ini tidak muncul sehingga menyulitkan dokter untuk melakukan diagnosis. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk membantu mengetahui infeksi TORCH agar dokter dapat memberikan penanganan atau terapi yang tepat.

Panel TORCH
● Anti Toxoplasma IgG dan IgM
● Anti Rubella IgG dan IgM
● Anti CMV IgG dan IgM
● Anti HSV II IgG dan IgM

Sumber : http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=1263




PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK SEJAK DALAM KANDUNGAN ; Tinjauan Medis.

Diposting oleh Rumah Sakit Panti Waluyo Purworejo 1 komentar

Oleh Dr. Soffin Arfian, SpOG

UPM. Obstetri & Ginekologi RS.PKU. Muhammadiyah Surakarta

KEHAMILAN

Program prekonsepsi yang komprehensif sangat potensial untuk mempersiapkan seorang wanita yang akan hamil dengan menurunkan faktor-faktor resiko, mempromosi kebiasaan hidup sehat dan ‘ Siap’ untuk kehamilan itu sendiri.

Untuk tujuan agar kehamilan sehat sehingga menghasilkan bayi yang sehat diperlukan :P emeriksaan Antenatal yang baik dan teratur, Pengaturan pola makan dan Nutrisi yang baik, termasuk suplemen., Persiapan ‘ Psikososial’ dan Lingkungan yang baik, serta Olah Raga/ Latihan yang teratur.

Pada evaluasi pertama Antenatal yang diperlukan adalah mengetahui tentang Status Kesehatan Ibu dan Janin, Usia Kehamilan / Janin, dan Rencana Perawatan Kebidanan Selanjutnya.



PEMERIKSAAN ANTENATAL

Tujuan dari pemeriksaan antenatal yang baik adalah untuk mempersiapkan kehamilan yang baik dan melahirkan bayi sehatdari ibu yang sehat pula. Jadi pemeriksaan kehamilan yang teratur ini merupakan hal yang harus dilakukan untuk memantau kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya. Pemeriksaan kehamilan ini harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang profesional seperti bidan, dokter umum, atau Ahli Kebidanan & Penyakit Kandungan.

Pemeriksaan Antenatal ini idealnya dilakukan pada usia kehamilan :

0 – 28 minggu —- Tiap 4 Minggu

28 – 36 minggu —- Tiap 2 minggu

36 – 40 minggu - Tiap 1 Minggu


NUTRISI

Nutrisi mempengaruhi “ Outcome” dari kehamilan.

BERAT BADAN DAN KENAIKANNYA ( WEIGHT GAIN )

Peningkatan berat badan ibu hamil yang sehat menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan janin yang sehat. Peningkatan berat badan yang dianjurkan pada wanita hamil dengan berat prakehamilan yang normal ( Body Mass Index Normal ) adalah 11,5 – 16 Kg. Dan rata-rata kenaikan berat badan perminggu yang baik dari kehamilan 20 minggu sampai kelahiran adalah 400 – 500 gram. ( Hytten, 1991 ).

DIET

Saat ini telah diketahui bahwa nutrisi ibu pada saat hamil sangat mempengaruhi kesehatan janin, dan telah diketahui bahwa suplementasi As. Folat sebelum kehamilan dapat menurunkan angka kejadian “ Neural Tube Defect ( NTD ) “ sampai separuhnya ( Rose & Mennuti, 1994 ). Jadi seorang wanita yang memiliki riwayat kehamilan yang lalu dengan NTD, harus ditambahkan dalam dietnya dengan 4 mg As. Folat paling tidak satu bulan sebelum kehamilan yang direncanakan sampai dengan trimester pertama.

Ibu hamil harus menambah asupan kalori ekstra ± 300 Kkal setiap hari. Kalori ini sangat diperlukan untuk energi dan bila asupan kalori tidak mencukupi, maka protein akan diubah menjadi energi dan hal ini akan mempengaruhi tumbuh kembang janin. Protein sebaiknya terutama diambil dari sumber hewani, seperti : daging, susu, telur, keju, ikan dll.

Kebutuhan terhadap zat besi ( Fe ) adalah sangat mutlak untuk mencegah anemia yang akan mempengaruhi tumbuh kembang janin. Pada tabel-2 ditunjukkan kebutuhan diet yang direkomendasikan oleh NRC.

PSIKOSOSIAL & LINGKUNGAN

Kehamilan adalah kejadian yang sangat diharapkan oleh setiap pasangan suami istri. Dan kadang-kadang setelah hamil ada mitos bahwa temperamen ibu/suami berkaitan dengan kehamilannya dengan menyebutnya “ BAWAAN BAYI “. Sebenarnya pandangan itu tidak seluruhnya benar, hanya saja yang berlaku justru sebaliknya, Temperamen & Perilaku Ibu hamil dan lingkungannya “ Mempengaruhi Bayi “ dalam kandungan. Jadi sebenarnya semenjak dalam kandungan, janin dapat terpengaruh oleh emosional dan lingkungannya.

Dengan selalu menyayangi janin mulai konsepsi sebenarnya mempengaruhi tumbuh kembang janin itu sendiri. Misalnya seorang ibu yang sering stress / marah atau bertengkar / bersuara gaduh akan menyebabkan perubahan hormonal pada dirinya yang akan mempengaruhi janin, mungkin janin akan “merasa tidak nyaman/aman”. Seorang wanita hamil seharusnya Tenang dan selalu “ BERPIKIR DAMAI “, Mendengarkan alunan nada-nada religius, musik yang indah ( Efek Mozart ), Menghindari stres, Bersama-sama suami membelai-belai perut, kalau perlu membuat percakapan-percakapan yang menunjukkan kasih sayang kepada calon bayi, Coba untuk selalu memaafkan, dan lepaskan rasa amarah dan ketidaknyamanan.

Pada akhirnya mungkin perlu disadari bahwa hal terbaik yang dapat dikerjakan adalah menyayangi bayi, ciptakan rasa aman dan yakinlah bahwa cinta orangtua adalah sama pentingnya dengan ASI.

OLAH RAGA

Secara umum wanita hamil tidak perlu membatasi aktifitasnya. Bahkan The American Academy of Pediatrics and The American College of Obstetrics & Gynegology ( 1997 ) menyimpulkan bahwa wanita hamil yang tidak ada komplikasi dapat bekerja sampai saat akan melahirkan, dan sebaiknya diberi waktu 4 – 6 minggu untuk istirahat setelah melahirkan sebelum kembali bekerja. Jogging, jalan kaki, berenang, senam hamil adalah olah raga yang dianjurkan. Senam hamil juga bertujuan untuk mempersiapkan proses persalinan dengan latihan otot dasar panggul.

MEMPERSIAPKAN PENDIDIKAN / KECERDASAN BAYI SEJAK DALAM KANDUNGAN

Otak adalah suatu organ yang komponen lemaknya ± 60%. Pada masa perkembangan janin dalam kandungan, otak mengambil 70% dari total energi ibu ( Lemak, Protein, Karbohidrat ). Selama dalam kandungan sampai dengan bayi lahir untuk perkembangan otak dan saraf dibutuhkan As. Lemak esensial yang spesifik. Omega-3 khususnya DocosaHecsanoic Acid ( DHA ) adalah asam lemak esensial yang berperan vital sebagai transmisi impuls saraf. Dengan kata lain DHA adalah si Pembawa Pesan dari saraf ke seluruh tubuh. Selain untuk perkembangan otak, DHA juga berperan dalam ketajaman penglihatan karena banyak ditemukan di fotoreseptor retina.

Perlu diketahui bahwa perkembangan otak manusia dimulai dalam kandungan dan perkembangannya menjadi lambat setelah usia 3 tahun, jadi DHA penting pada fase ini. Jumlah DHA dalam ASI ditentukan oleh jumlah DHA yang dikonsumsi seorang ibu dimasa menyusui.

Seperti diungkapkan sebelumnya bahwa perkembangan pendidikan / kecerdasan anak sangat ditentukan baik mulai dari pemeriksaan Antenatal, Nutrisi, Psikososial/Lingkungan termasuk kebiasaan hidup sehat dan menghindari Rokok / Alkohol / Narkoba, dan Olah raga. Kesemuanya itu harus menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Abrams, B et al, Maternal Nutrition : in Maternal Fetal Medicine, 4 th ed, Creasy – Resnik, WB. Saunders, 1999, p. 122 – 131.
  2. Williams Obstetric, 21 st ed, Prenatal Care, 2001, p 221 – 247.
  3. Fetal Education, eCureMe. Com.
  4. Arthur’s Home Magazine, Baby Education, August, 1861, p 89 – 90.
  5. Healthy Pregnancy, NWHIC, 4Woman. Gov.
  6. Makrides M, et al, Long Chain PolyUnsaturated Fatty Acid Requrements during Pregnancy & Lactation, Am.J.Clin.Nutr.2000 ; 71 ( suppl ) : 307s – 11s.


Tinggalkan Pesan Anda :

Pengunjung Setia

Tentang Kami

Kategori